Jakarta — Playgroup–TK Kreatif Buahati Islamic School 2 Jakarta menggelar acara puncak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Jumat, 21 November 2025. Dengan mengangkat tema “The Flavor of Indonesia”, kegiatan ini menjadi rangkaian pembelajaran penuh makna yang memperkenalkan budaya Nusantara kepada anak sejak dini. Halaman sekolah pun berubah menjadi ruang pameran mini yang dipenuhi warna, karya, dan sorak gembira siswa.
Perjalanan kegiatan P5 dimulai sejak Senin dengan pengalaman kuliner tradisional. Anak-anak dikenalkan pada telur asin, makanan khas Brebes yang telah lama menjadi ikon kuliner Indonesia. Mereka belajar membersihkan telur bebek, menyiapkan adonan garam dan bubuk batu bata, lalu membalurkannya pada telur—sebuah proses sederhana namun sarat pengetahuan tentang cara pengawetan makanan secara tradisional.

Pada hari Selasa, suasana kelas dipenuhi kreativitas ketika para siswa mewarnai Gunungan Wayang, simbol penting dalam seni pewayangan yang melambangkan keseimbangan alam, perjalanan hidup, dan nilai kebaikan. Dengan penuh imajinasi, anak-anak memilih warna terbaik untuk memperindah gunungan mereka, menghasilkan karya yang unik dan mencerminkan karakter masing-masing. Keceriaan berlanjut pada Rabu saat anak-anak diajak memainkan berbagai permainan tradisional Indonesia. Dari Petak Umpet, Cublak-Cublak Suweng, Lompat Karet, Dampu Bulan, hingga Gobak Sodor, setiap kelas larut dalam kegembiraan permainan klasik yang mengajarkan kerjasama, sportivitas, serta melatih ketangkasan. Permainan ini menjadi momen berharga untuk memperkenalkan kembali warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan.

Memasuki hari Kamis, kegiatan menjadi lebih artistik dan mendalam. Siswa-siswi berkreasi melalui membatik motif flora dengan teknik eco pounding—sebuah metode membatik ramah lingkungan dengan cara menumbuk daun atau bunga di atas kain hingga warna alaminya terserap dan membentuk motif indah. Anak-anak terlihat antusias memilih dedaunan, menyusun komposisi, lalu menumbuknya perlahan hingga menghasilkan pola flora yang lembut dan artistik. Aktivitas ini bukan hanya melatih motorik halus, tetapi juga menanamkan apresiasi terhadap kekayaan alam Indonesia.

Keseluruhan proses belajar kreatif ini mencapai puncaknya pada Jumat, 21 November 2025. Orang tua memadati halaman sekolah untuk menyaksikan penampilan dan pameran karya putra-putri mereka. Suasana penuh kehangatan tercipta ketika anak-anak tampil percaya diri memperlihatkan hasil belajar mereka sepanjang pekan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa tema “The Flavor of Indonesia” dipilih untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus menguatkan karakter Pelajar Pancasila, seperti kreativitas, gotong royong, dan kecintaan terhadap lingkungan.

“Alhamdulillah, Masya Allah acara P5 tahun ini sudah berjalan dengan lancar dan seru. Hasil karya yang dipamerkan anak anak lebih banyak, dan bervariasi dari tahun sebelumnya tidak hanya menari/menyanyi. Orang tua terlihat juga sangat antusias ya Miss, terlihat dari beliau beliau yg rela panas panasan dan mengkuti jalan nya acara sampai selesai. Alhamdulillah, semoga semangat ini terus terjaga dan bahkan tahun depan lebih baik lagi. Anak anak lebih siap lagi untuk menceritakan hasil karyanya” ujar Bunda Nadhira siswi kelas A1 Andalus.
Kegiatan P5 ini menjadi bukti bahwa belajar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan kaya nilai. Anak-anak tidak hanya berkreasi—mereka belajar mencintai, memahami, dan merayakan keindahan budaya Indonesia.
-Nanda Laily N-